Penyebab Fenomena Gay di Thailand Semakin Memanas

 
Apa yang ada dipikiran agan ketika dengar kata Thailand? Bisa Gajah Putihnya, bisa Pagodanya, bisa juga Bancinya. 3 hal itu emang ga bisa lepas dari negeri yang sekarang dipimpin oleh Raja Vajiralongkorn, bahkan sang Raja ini pun sempat dianggap rakyatnya memiliki kecenderungan sebagai LGBT karena fotonya menggunakan tanktop di Bandara beredar beberapa tahun lalu. Entah karena cuaca di Munich sedang panas atau apa saat itu, yang jelas foto anak Almarhum Raja Bhumibol tersebut menuai banyak protes untuk suksesinya sebelum dia naik tahta.


Balik lagi ke topik awal, Thailand memang negara yang paling memberikan toleransi tinggi untuk kaum LGBT dia Asia Tenggara. Pasangan LGBT? Bebas.. LGBT peluk cium dijalan? Joss lanjut terus.. Mau nikah? Silahkan. Melihat fenomena itu, wabah LGBT disana sudah seakan jadi titik balik kehidupan masyarakatnya. Hanya ada satu hal yang masih belum ditetapkan untuk kaum LGBT di sana, yaitu hukum. Pernikahan sesama jenis di Thailand masih ga kuat secara hukum. Pengurusan cerai, adopsi anak, bahkan akte anak untuk kaum LGBT masih sulit didapat, bahkan mungkin ga ada. Semasa hidup, Raja Bhumibol memang udah memberi batas untuk pasangan-pasangan ini, dimana meskipun mereka ‘dihalalkan’ menikah mereka juga harus sadar status mereka di mata hukum sangat rendah. Mungkin Alm. Raja Bhumibol takut nanti negaranya isi LGBT semua hehe.

Menilik beberapa tahun belakangan ini, Thailand menjadi surganya untuk kaum Gay dari negara Asia. Semua party, festival, klub, bar, segala hal yang bertema Gay lengkap sepaket ada di sana. Setiap bulan, Asosiasi Gay Bangkok rutin ngadain acara perkumpulan di tengah-tengan taman Lumpini, lengkap dengan simbol Anti AIDS dan bendera pelanginya. Mimin jelasin sedikit, Gay merupakan bagian dari LGBT (Lesbian Gay Biseksual Transgender). Gay dengan Waria itu berbeda. Gay adalah laki-laki yang benar-benar sadar bahwa dia laki-laki, namun memiliki kelainan yaitu menyukai sesama jenis. Sedangkan waria adalah laki-laki yang berusaha mengubah penampilannya agar semirip mungkin dengan perempuan karena mereka merasa terjebak di dalam tubuh yang salah.

Sekali lagi mimin ingatkan, Gay itu bukan penyakit. Sudah sejak lama Asosiasi Psikiater Dunia menghapus fenomena LGBT dari daftar penyakit kejiwaan, karena menjadi gay bukan penyakit. Gay bukan hama yang harus dibasmi, gay itu pilihan, genetik, bawaan lahir. Banyak yang menjudge pilihan seseorang menjadi gay atau LGBT, mendo’akan mereka supaya cepat masuk neraka dan sebagainya. Helloo? Memangnya mereka mau jadi begitu? Seperti kata Dena Rachman, kalian pikir surga cuma untuk laki-laki dan perempuan aja? Apapun yang berurusan dengan agama, itu urusan mereka dengan Tuhan. Yang setuju boleh angkat kaki.. eh tangan hehe.

Di artikel mimin kali ini, kita bakalan coba mengulas apa yang menjadi penyebab seeorang laki-laki bisa menyukai sesama jenisnya. Dibawah ini sudah ada beberapa faktor utama yang menjadi penyebab mengapa seseorang cenderung menjadi Gay. Penyebab utama ini berlaku hampir diseluruh dunia.

1. Genetik. Bentukan Sejak Lahir.
Hampir 90% Dokter kejiwaan atau Psikolog di dunia bilang bahwa penyebab utama kecenderungan menjadi LGBT adalah faktor genetik yang ada semenjak
janin masih di dalam kandungan. Identitas diri manusia didasarkan pada susunan saraf pada otak. Otak adalah organ pertama yang terbentuk saat manusia masih menjadi janin. Saat otak mulai berkembang di dalam janin, banyak faktor yang mempengaruhi termasuk hormon bawaan orangtua, hormon bayinya sendiri, faktor genetik, dll. Jika orangtua punya kecenderuang genetik sebagai Gay, maka besar kemungkinan anak yang dikandung sang Ibu nantinya juga punya kelainan orientasi sebagai homoseks. Masih ingat ga sama film Gay Thailand yang judulnya Father & Son? Difilm itu anaknya benci sama ayahnya yang Gay, dan dia lebih benci pada dirinya sendiri karena udah membawa genetik Gay dari ayahnya. Difilm itu sudah dibuktikan bahwa orientasi seks seseorang merupakan bentukan sejak lahir.

2. Pilihan. Gay is a Choice? Jawabannya adalah Iya.
Terlahir menjadi Gay sebenarnya bukan pilihan karena homoseks merupakan genetik bawaan sejak lahir. Tapi, mau bagaimana kita menyikapi genetik itu nantinya yang merupakan sebuah pilihan. Jika kita terlahir dengan genetik Gay, namun kita berusaha untuk melawan genetik itu dengan tetap menyukai perempuan dan berjalan lurus, artinya kita MEMILIH untuk tidak menjadi Gay (meskipun mimin yakin orang yang memilih jalan ini tidak bahagia). Namun jika genetik Gay itu dikembangkan, artinya kita MEMILIH untuk menjadi Gay. Sama seperti hidup yang penuh pilihan, menjadi Gay juga merupakan suatu pilihan yang sulit. Itu keputusan pribadi di saat seseorang dengan sadarnya mengembangkan genetik Gay yang dia punya. Buat kalian yang sudah memilih jalan ini, Keep Spirit dan jangan merasa sendirian di dunia ini ya guys ^^

3. Karena Sakit Hati? Anak Broken Home? Lingkungan? Budaya? Ketularan?
Hal-hal diatas jelas mempengaruhi, tapi tidak semuanya benar. Tidak ada penelitian yang membenarkan bahwa penyebab homoseks adalah sakit hati ataupun korban broken home. Sementara untuk faktor lingkungan sosial dan budaya, hampir 35% mempengaruhi perkembangan genetik Gay dalam diri seseorang. Jadi sebenarnya lingkungan, budaya, dan pergaulan bukan faktor utama penyebab Gay, melainkan hanya faktor pendukung yang memunculkan sosok manusia itu yang sebenarnya. Jadi jika laki-laki terlahir dengan genetik sebagai homoseks, saat dia bergaul dan hidup di lingkungan Gay, maka sosok dirinya yang asli akan muncul.

Ketularan? Haha, ga ada itu. Kalau ada cowok yang bilang dia jadi Gay karena ketularan, itu cuma bentuk penyangkalan dirinya aja. Ngga mengakui kalau selama ini dia punya kecenderungan untuk menjadi Gay. Selama hampir setahun mimin berteman dan bergaul dengan kaum Gay, kasus ketularan ini jarang banget terjadi. Karena jika tidak ada genetik Gay, seseorang tidak akan terpengaruh meskipun dia bergaul dengan kaum homoseks.

4. Teori Belajar. Normal Tapi Sering Nonton Film Gay? Sebaiknya Jangan ya..
Jika 90% Gay merupakan genetik bawaan lahir, maka 10% penyebab Gay adalah Teori Belajar. Di teori belajar ini, anak laki-laki normal tanpa genetik Gay juga memiliki peluang untuk tumbuh menjadi Gay. Jika dalam proses belajarnya sang anak meniru seorang Laki-Laki, namun sang Laki-Laki tersebut tidak bisa memberi contoh bagaimana seharusnya laki-laki berpikir, bersikap dan berprilaku, maka kelak saat dewasa penilaian sang anak pada laki-laki menjadi berbeda.

Proses belajar lain juga sangat mempengaruhi seperti hidup di lingkungan yang isinya Gay, menonton film Gay, berteman dengan Gay, punya Ayah Gay, menonton video porno Gay, punya saudara laki-laki, dll. Namun itu semua balik lagi ke penyebab nomor 1, dimana jika tidak ada genetik Gay, seseorang tidak akan terpengaruh meskipun dia menonton film Gay ataupun bergaul dengan kaum homoseks. Jadi buat cowok normal nih jangan sering-sering nonton SOTUS The Series ya, siapa tau ada genetik Gay dan ribetnya nanti malah kebentuk.. hehehe. Bercanda kok ^^

5. Sex Abuse. Kekerasan Seks Yang Dilakukan Oleh Gay.
Pelecehan seksual pada anak laki-laki dengan cara sodomi (anal seks) bisa menyebabkan trauma untuk si anak tersebut. Trauma ini menimbulkan banyak sensasi seperti rasa marah, kecewa, dan juga kenikmatan. Jika kenikmantan tersebut yang lebih condong dirasakan oleh sang anak, maka besar kemungkinan sang anak akan berubah orientasi seksualnya. Contohnya aktor Indonesia yang mengaku Gay akibat Sex Abuse adalah Jupiter Fourtissimo, yang disodomi oleh pembantunya sendiri saat masih kecil. Meskipun sudah ada banyak bukti dari penyimpangan seksual akibat Sex Abuse ini, Dokter dan Psikiater masih meragukan besarnya peranan Sex Abuse dalam perubahan orientasi seks laki-laki.

Kelima faktor diatas cukup untuk menjelaskan apa sebenarnya penyebab laki-laki menjadi Homoseks. Dari situ kita bisa tau bahwa terlahir dengan genetik Gay adalah hal tersulit didunia ini, jadi jangan sembarangan mendiskriminasi atau mengucilkan kaum Gay. Semua cowok pengen hidup normal, pengen punya kisah cinta yang normal. Kalau para Gay bisa memilih, waktu masih jadi janin dia bakalan pindah ke rahim Ibu tetangga supaya terlahir tanpa genteik Gay itu. Selain dapat dari searching di gugel, penyebab itu juga mimin dapat dari pengalaman mimin bergaul sama kaum mereka. Selanjutnya kita bakalan membahas fenomena Gay di negara Thailand aja. Ternyata untuk negara Thailand, penyebab laki-laki menjadi Gay bukan hanya ada lima. Penasaran kan..

1. Tayangan Berbau Gay, Pemandangan Berbau Gay
Kalau dilihat secara umum, penyebab utama homoseks adalah genetik, namun di Thailand hal itu sedikit ngga berlaku. Di situs Pantip.com, ada seorang mahasiswa Thailand yang menuliskan awal mula kisahnya bisa menjadi seoarang Gay. Beberapa tahun yang lalu, sebut aja namanya Ko deh. Ko ini orientasinya seksnya normal dan cenderung playboy. Dia punya pacar cantik, punya kehidupan cinta yang normal. Dirumah, Ko selalu mual setiap kali melihat series ataupun Lakorn di TV yang bertema Gay, bahkan ngeliat iklan Gay aja dia jijik. Diluar rumah juga begitu, hampir sepanjang jalan disetiap sudut Bangkok selalu ada pasangan Gay. Dia merasa geli sampai-sampai membatasi pergaulannya dan menjauhi para LGBT.

Saking jijiknya, Ko ngga sadar sebenarnya dia mulai memperhatikan dan belajar dari hal-hal yang dia lihat. Sejak umur 10 tahun, Ko mengaku hampir setiap minggu melihat tayangan berbau Gay di TV. Di jalan raya, semua adegan mesra pasangan Gay melekat dipikiran dia, yang mengubah rasa jijik itu menjadi rasa penasaran. Sekarang Ko ini mengaku sudah bisa menerima jati diri dia yang sebenarnya (gay) dan punya pacar cowok.

Tayangan berbau Gay di Thailand sana memang meraja lela tanpa sensor, tayangnya di TV nasional pula. Bayangin gimana kalau yang nonton itu anak cowok umur 7 tahun? Untuk film Gay yang ditayangin di bioskop lebih ngeri lagi, rata-rata rate 20+ semua lho. Mimin waktu nonton film Father & Son aja mual ngeliat adegan seks anal para pemainnya. Yang paling mengebohkan baru-baru ini muncul variety show Take Guy Out yang menjadi ajang cari jodoh untuk para Gay-Gay galau. Yang bikin nyesek, Gay di Thailand sana pada cakeeepppp cakeepppp semuaaaaaa!

2. Banyaknya Sekolah Khusus Laki-Laki. Bro, Nonton Bokep Bareng Yuk..
Setelah tayangan barbau Gay tanpa batas di rumah, kita beralih ke sekolah. Faktor ini sebenarnya faktor yang paling sering jadi Issu penyebab banyaknya Gay di Thailand. Disana, sekolah Khusus laki-laki jumlahnya 20 kali lipat lebih banyak dari jumlah sekolah umum campuran ataupun sekolah khusus perempuan. Apalagi dengan ditambahnya sistem asrama, yang memungkinkan remaja cowok dalam masa labil lebih banyak menghabiskan waktu untuk berinteraksi, bergaul, dan mencoba berbagai macam hal dengan sesama cowok. Dari survei 10 orang Gay Thailand, semuanya mengaku berasal dari sekolah khusus laki-laki dan hampir 80% pernah menonton video porno bersama teman sekamarnya (laki-laki). Kalau kita lihat di series boyslove rate remaja, semuanya berlatar di sekolah Khusus Laki-Laki. Itu bukan tanpa alasan, karna emang dari situlah bibit Gay di kalangan remaja berasal.

3. Kebiasaan Keluarga Yang Menerima Kelainan Seksual
Jika tiba-tiba suatu hari sang anak datang dan bilang kalau dia seorang Gay, hampir 70% dari orang tua di Thailand menerima kondisi itu asalkan anaknya bahagia. Mungkin untuk beberapa waktu akan ada beda pendapat dan saling cekcok, tapi pada akhirnya mereka tetap akan menerima kelainan seksual anaknya itu. Hal tersebut yang memicu keinginan laki-laki lain untuk meniru dan mengasah genetik Gay yang ada didalam dirinya, dengan pikiran “Toh nanti orangtuaku pasti akan menerima aku apa adanya. Temanku yang Gay itu masih disayang sama keluarganya kok. Orangtuaku juga pasti begitu”. Kalau di Indonesia jangankan keluarga, masyarakat yang ga kenalpun berbondong-bondong untuk memberantas yang namanya kaum Gay, seakan-akan mereka itu hama yang harus disemprot pestisida.

4. Cewek Oplosan. Miss V Oplosan. Payudara Oplosan
Apa maksudnya tuh? Minuman oplosan ya? Bukan bukan.. Yang oplosan itu cewek Thailandnya. Mengingat populasi Transgender juga sangat buaaanyaaak di sana, hati-hati ternyata cewek cantik dengan pinggul indah dan payudara besar itu ternyata cewek jadi-jadian alias Transgender. Survei di situs Pantip merilis alasan kenapa cowok cakep di sana berbondong-bondong untuk jadi Gay, dan salah satu alasannya adalah hampir dari mereka semua pernah ketipu dan pernah pacaran sama si cantik Transgender. Karena sekarang semakin sulit membedakan mana cewek asli atau cewek oplosan, laki-laki ganteng itu biasanya lebih memilih unutk mencoba pacaran dengan laki-laki. Dari awalnya yang coba-coba.. ehhh keterusan deh. Candu kayak Rokok.

5. Capek di Diskriminasi. Sayang.. Kita Pindah Ke Thailand Aja Yuk
Selama berteman dengan kaum Gay, hampir sebagian dari mereka pengen banget pindah ke Thailand hanya untuk dapat pengakuan di mata publik. Keinginan mereka itu tentu aja dengan alasan negara Thailand sangat welcome dengan kaum Gay. Ini juga salah satu kenapa populasi Gay disana semakin banyak. Pasangan Gay dari negara Asia Tenggara lain atau dari Eropa biasanya memilih pindah dan melangsungkan pernikahan di Thailand, agar keberadaan mereka diakui tanpa adanya dikriminasi.

Tahun 2015 kemaren sudah ada 3 pasangan Gay yang melangsungkan pernikahan Treesome. Jika biasanya hubungan cinta dijalin oleh 2 orang, hubungan antara Art, Ball, dan Joke ini dijalin bertiga. Lucunya, meskipun cinta mereka layaknya cinta segitiga, pasangan ini tetap bisa hidup rukun dan saling menyayangi. Ini bukti bahwa pernikahan kaum LGBT seaneh apapun, negara Thailand tetap welcome meskipun masih ada sebagian masyarakat Thailand yang 'waras' dan mengkritik mereka.

Ingat pasangan Gay yang nikah di Bali? Mimin kecewa dengan kelakuan netizen Indonesia yang menyuguhi mereka dengan sumpah serapah, bahkan menyebut mereka utusan setan dan pengen bikin petisi agar mereka di deportase ke negara lain. Itu hal paling mengerikan yang pernah mimin dengar untuk kaum Gay. Dia orang Indonesia, lahir di Indonesia, keberanian mereka buat menikah di Indonesia aja udah cukup diacungi jempol, terlepas dari perbuatan mereka benar atau salah. Kebanyakan pasangan yang diperlakukan begitu memilih untuk benaran kabur ke luar negeri.

6. Selebholic. Pura-Pura Jadi Gay, Yuk.. Biar Banyak Fans
Sesuai judulnya, selebholic. Cowok normal di Thailand saat ini sangaaaaatttt banyaaakkk yang berpura-pura jadi Gay agar dapat banyak follower Instagram, atau biar dapat endorese produk celana dalam Calvin Klein. Aneh tapi nyata memang. Semua udah tau kalau kaum Gay di Thailand makin bertambah hampir 400% dibandingkan populasi tahun 2010. Pasangan Gay Thailand yang ganteng-ganteng dan unyu sangat cepat menjadi viral di Sosial Media. Karena hal tersebut, banyak cowok ganteng yang akhirnya berpura-pura menjadi pasangan Gay demi sebuah ketenaran.

Mimin jadi ingat series Room Alone 401-410. Dua cowok ganteng itu pura-pura pacaran, jadi viral, punya banyak fans, dan banyak dapet endorese krim kecantikan deh. Wihh, beruntung banget ya dapat rejeki hasil nipu publik hehe. Fenomena selebholic ini bukan cuma untuk kaum Gay, tapi juga kaum Lesbian. Cewek-cewek cantik berpura-pura pacaran dan bersikap layaknya lesbian untuk mendapatkan popularitas, padahal sebenarnya mereka normal.

34 comments

Untuk yang masuk kategori selebholic, kira2 mimin pernah tau nggak, atau minimal memiliki kecurigaan orang2 tertentu yang berpura-pura jadi gay/lesbian untuk popularitas aja? Bisa disebutin contohnya? (penasaran nih kira2 yang kayak gitu siapa ya...)

Reply

Udah banyak kok, yang dari kalangan artis juga ada. Yang dari kalangan artis ada Bank Thiti sama James Teeradon dari Hormones :) Mereka berdua itu 100% normal, tapi bersikap seakan-akan pacaran. dulu setiap ditanya apa mereka pacaran, mereka senyum-senyum aja, ngegantung lah jawabannya. Tapi sekarang mereka udah ngaku kok kalo mereka itu Koo-Dream (pasangan palsu). Awalnya memang karna mereka berdua sahabat dekat, dan mereka bilang banyak fans yang pengen liat mereka jadian jadi ya udah deh. Skrng mereka udah ngakuin pacar mereka masing-masing (cewek) :)
https://thaigayinspired.blogspot.co.id/2016/06/bank-thiti-dan-james-teeradon-pasangan.html

Min-Oat juga sempat dikira pacaran palsu, tapi mereka emang dari awal ngaku kalo mereka itu sahabat dekat, sahabat sejak kecil. Dan krna fans bnyk yg minta jadian, yah mereka iyain aja pura-pura kayak saling suka..

Kalo yang dari pasngan biasa mimin ada tau beberapa tapi lupa namanya. Waktu itu mimin lagi cari-cari pasangan gay romantis untuk diulas lebih lanjut, dan ada beberapa yang pacaran palsu tapi tenarnya minta ampun hehe. Jadi ga mimin ulas deh krna mereka kayaknya bukan Gay beneran :D

Untuk yang lesbian ada pasangan Nana dan Betz, waduh mereka itu cantiknya super deh, pas pacaran jadi viral sampai diundang ke acara TV. Belakangan ada beredar foto-fotonya Betz sama mantannya dulu, cowok. Jadi skrng meskipun mereka msih pcran, bnyk yg mikir klo mereka cuma Koo-Dream :D

Reply

Min, aku pernah nonton video wawancara both-new year di youtube. Dia ditanya sama host (cewe) gimana awalnya jadi gay? Dan mereka jawab awalnya karna mereka suka kpop. And I was like, "what??" ������ since i like kpop so much.

Reply

Itu bisa aja sih, tapi kalau seseorang ga punya bakat Gay (genetik), biarpun dia penggila Kpop kayak temen" mimin dikampus (cowok), mereka ga bisa tiba-tiba berubah jadi Gay :) Penyanyi Korea emang sekarang pada bisa agyeo semua, bikin anak orang berubah jadi Gay deh :D hehe

Reply

Min .. cuma mau nnyal dikit ..
klau august ga gay ..
makna ny @ngernnn and @aaugust07 tu gajadian la ya ?

Reply

Ga jadian dong.. Kalau Ngern mimin yakin dia Gay, tapi kalau August dia enggak Gay kok. Dia itu deket sama Ngern karna udah anggap Ngern kayak saudaranya sendiri :)

Reply

thx min insightnya :D
menarik dan banyak sudut pandangnya.

klo boleh masukan mgkn disertakan bbrp sumber/artikel yg mimin pake untuk nulisnya (kaya waktu mimin bilang populasi lgbt di thai meningkat 400%)
biar bisa dibaca-baca juga

tp memang bikin envy sih thai soal acceptance-nya xD
moga2 bisa main kesana.

Reply

Sama-sama,kalau untuk video mimin sering lupa catet link source hehe. Untuk yg lain-lain mimin dapet di Wikipedia bahasa Inggris tentang hukum dan perkembangan Gay di Thailand :)
Next bakalan mimin ingat untuk nyantumin source sekecil apapun hehe. Thankyou masukannya :)

Reply

min kalo anak2 MIR gimana nih, ehem, terutama ehem, OT. soalnya mereka makin menjadi aja lol jadi bikin gemash sekaligus penasaran wkwkwk

Reply

Min, aku pernah baca di suatu blog (lupa nama blognya) katanya bny juga koo-dream min, itu gimana ya? Nyesek juga sih kalo misalnya mereka beneran koo-dream :(

Reply

aku udh terlanjur nonton sotus. dan keterusan sampai udh nonton bolak-balik :D

Reply

minn tolongg mintaa link download sweetboys the moviee dong min cari sana sini gadapet2

Reply

Thanks min atas infony 🙏😊

Reply

Sama bgt huhu

Reply

Udh terlanjur nonton sotus the series padahal awal nya penasaran aja, jd nnton bolak balik. Kok jadi gila gini ya

Reply

Gak betul krn genetik. Film Father and Son, si anak jd gay karena waktu diikutin preman, ditolongin sm cwo item. Dia jadi jatuh hati. Sama kyk cwe ditolongin cwo dlm masa kritis. Pasti ingat terus sampai merasa utang budi.

Reply

Min,penasaran nih. Kira-kira krist sma singto yg ada di Sotus th normal gak ya.. soalnya kelakuan mereka ky gt sh. Bkin ngarep.

Reply

Nice articel min, soalnya butuh buat bikin tugas kampus. Kalau boleh tambah, salah satu alasan welcome nya org Thailand pd LGBT adalah karena faktor agama, yaitu Budha yg percaya pada karma, jadi apa yg di alami sekarang krn perbuatan masa lalu. Contohnya kayal di film Beautiful boxer, atau Grey Rainbow, yg memperlihatkan dialog biksu dgn org tua atau karakter gay dlm film.
Mohon maaf saya tdk bermaksud menyinggungvagama manapun, itu menirut pengamatan saya di film BL Thailand. Terimakasih...

Reply

Aduh, nyesel bgt aku baru nemu blognya mimin.. 😣
Keren dan nambah ilmu bgt!
RT 100% sama artikel ini, suka sebel sama orang" yg suka ngerendahin, ngejudge dan ngejadiin bahan ejekan kaum LGBT,.
Kita sama" manusia, sama" punya kekurangan, pernah buat salah jadi apa hak kita buat ngejudge orang?
Kita penyuka hetero aja belum tentu bener" suci kan?
Berharap suatu saat nanti masyarakat Indo bisa lebih menghargai LGBT

Reply

apa ngak kasihan ama para fans nya min ??
ceritanya bakalan mirip ama fil Boyfriend ..

Reply

Mereka heterosexua kok. Krist aja udah punya pacar 5 tahun. Dan stop bilang normal hanya untuk hetero karena yg homosexual juga normal kok hehe

Reply

Min apa seorang gay atau LGBT bakalan masuk neraka?? soalnya bingung gue itu seorang LGBT tapi takut masuk neraka, tapi kalau gue nikah sama cewek nanti cewek nya kasihan takut rumah tangga hancun jadi kasihan sama istri dan anak,

Reply

Add Line :gdr-rizi1622000

Reply

Nice artikel ��
Sangat membantu dalam memahami fenoma lgbt, gk cuma di thailand tapi juga secara umum, nambah wawasan ^^
Tapi min aku mau tanya, klo dari penjelasan di atas salah satu faktor terbesarnya kan genetik, ayah gay anaknya kemungkinan juga.. Mungkin gk klo turunan dari ibu juga, ibu lesbi anak laki2nya gay? Dan bener gk klo aku bilang anak bisa homoseks karena adanya 'genetik' dari bawaan org tua (tapi ortu memilih straight) dan disertai lingkungan yg mendukung, misalnya dari tontonan2, atau masyarakatnya ?

Reply
This comment has been removed by the author.

Min, kenapa bisa yakin kalau Ngern itu gay? Thanks

Reply

Min, kenapa bisa yakin kalau Ngern itu gay? Thanks

Reply

min emank si ngern homo ?tau dari mana?

Reply

Ngern serisan gay min? Segitu muka laki abisnya hezzzzzz

Reply

Agak beda min berdasar kata2 dr.Boyke. Saya mencoba menelaah'nya berdasar dari sudut pandang saya (maaf ya kalo berbeda). Kata dokter Boyke sih 30% terjadi secara alamiah (genetik) dan 70% karena lingkungan. Logis juga sih menurutku kalo diliat dari penyebarannya (jiaaahhh emangnya virus). Apalagi melihat negara Thailand yang super duper surganya para Gay karena negaranya melindungi (tapi tidak melindungi secara hukum). Aku juga penasaran mengenai bagaimana proses penelitiannya sehingga dapet persentase segitu. Apa secara ilmu kedokteran 30% yg alami, atau 70% itu secara psikologi sosial. Mungkin yang 70% pada awalnya banyak yang menyangkal kalau itu terjadi karena lingkungan dan mengklaim itu terjadi secara alami (entahlah karena saya tdk mengalaminya dan semoga tidak...), Tapi yang pasti, yang saya alami pribadi, berdasar kesukaan saya menonton film berbagai genre (kecuali horor kurang suka) secara psikologi mengubah mindset saya. Film gay pertama yang saya tonton di tahun 2005 yaitu brokeback mountain agak membuat shock juga sih karena ngeliat covernya yang ala2 cowboy kirain ceritanya action thriller gitu (kebiasaan gak liat sinopsis dan review film). Cukup lama juga gak pernah menonton film gay lagi, dan sekarang, gara2 drama kesukaan yang menggiring ke arah2 cerita Boys Love. Dan dari sinilah, ketagihan banget diriku hahah... Menonton cerita gay itu emang seperti ada magnet di dalamnya. Apalagi kalo diperankan aktor yang kita sukai/kenal aktingnya ditambah ceritanya yang unyuk2 dan menyentuh. Mungkin Bagi orang straight, beban mental/psikologi yang mereka alami hanya sebatas menikmatinya pada film. Lain halnya jika sudah keluar dari zona nyaman mereka dan dalam kehidupan nyata mendapati lingkungan yang sama seperti di film yang ditonton, bisa jadi akan terseret arus juga (pengalaman berdasar review cerita2 di film/series gay). Bagi yang 70% mengklaim dirinya yang 30% mungkin karena pergolakan batin mereka yang tidak bisa membedakan perubahan yang mereka alami apakah 100% karena mindset mereka yang kini berubah atau 100% karena hormonal/sebab alami...

Reply

Musnahkan Gay dan lesbian,, sekalian rehabilitasi

Reply

Min aku minya IG mimin boleh. Ada yang ingin aku tanya min

Reply

Min aku minya IG mimin boleh. Ada yang ingin aku tanya min

Reply

Min,kalo tao sattaphong itu gay gk? Soalny dia main di film club friday series, dia gay bneran g sih min? Aku tkut dia gay

Reply

Post a Comment